hadits tentang adzan dan Iqamat adalah sebagai bentuk sunnah nabi untuk menandakan masuknya waktu shalat, pada masa Islam awal sahabat memberi masukan dengan melihat kebiasaan syari’at agama terdahulu, seperti yahudi dengan terompet sebagai tanda sembahyangnya, kemudian nasrani dengan loncengnya, bahkan ada yang berpendapat agar dinyalakan api sebagai tanda masuk waktu shalat, namun Rasulullah berkata kepada bilal agar ber Adzan dua kali, dan Iqamat setelahnya dengan bilangan ganjil (satu kali) namun dalam hadits lain dikatakan bahwa dalam iqamat kalimat “Qadqaamatisshalaah” mendapat pengecualikan diserukan sekali melainkan 2 kali, berikut haditsnya :

صحيح البخاري ٥٧٢:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ

حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ

أُمِرَ بِلَالٌ أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ وَأَنْ يُوتِرَ الْإِقَامَةَ

قَالَ إِسْمَاعِيلُ فَذَكَرْتُ لِأَيُّوبَ فَقَالَ إِلَّا الْإِقَامَةَ

Shahih Bukhari 572: Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Khalid dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik berkata, “Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap (dua kali dua kali) dan mengganjilkan iqamat.” Isma’il berkata, “Aku sampaikan masalah ini kepada Ayyub, lalu ia berkata, ‘Kecuali kalimat iqamat ‘Qad qaamatish shalah (shalat telah dikumandangkan) ‘.”

hadits tentang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s